Edukasi AI Bekali Pelajar Hadapi Perkembangan Teknologi Digital

Pemahaman mengenai kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian penting dalam membekali pelajar menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin cepat. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan edukasi dan sosialisasi AI oleh Polres Trenggalek kepada peserta didik di SMK Negeri 2 Trenggalek, Selasa (1/9).

Acara sosialisasi AI melibatkan seluruh siswa kelas XI dari konsentrasi keahlian Akuntansi dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Bertempat di aula dan laboratorium RPL, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Dalam edukasi tersebut, peserta dikenalkan dengan konsep dasar AI, perkembangan teknologi kecerdasan artifisial, serta berbagai bentuk pemanfaatannya. Peserta juga diajak memahami bahwa kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi dan mempertimbangkan dampak dari setiap penggunaan teknologi digital.

Kapolres Trenggalek melalui Kabag SDM Polres Trenggalek, Kompol Sudaroini SH, menyampaikan bahwa edukasi bagi pelajar diperlukan karena perkembangan teknologi informasi berlangsung sangat cepat dan penggunaan internet serta media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemahaman yang tepat diperlukan agar teknologi AI tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang merugikan. “Kita harus bekali anak-anak kita tentang bagaimana menyikapi perkembangan teknologi khususnya AI dan memanfaatkannya dengan bijak,” ujarnya.

Perhatian juga diberikan terhadap penggunaan AI dalam kegiatan belajar. Kemudahan teknologi dalam menghasilkan jawaban atau menyelesaikan tugas perlu disertai sikap kritis dari peserta didik agar AI tidak menggantikan proses berpikir dan belajar secara mandiri. Polres Trenggalek menilai penggunaan AI yang tidak diimbangi pemahaman dapat membuat kemampuan berpikir kritis siswa melemah.

Selain aspek pembelajaran, peserta juga diberikan pemahaman mengenai potensi penyalahgunaan AI di ruang digital, termasuk pembuatan atau manipulasi konten yang dapat menyesatkan. Edukasi tersebut relevan dengan tantangan literasi digital saat ini, ketika informasi palsu, penipuan digital, dan konten manipulatif berbasis AI semakin sulit dikenali. Kementerian Komunikasi dan Digital juga menekankan pentingnya pendampingan dan kemampuan memeriksa informasi sebelum membagikannya.

Bagi SMKN 2 Trenggalek, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan literasi digital peserta didik agar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan sikap kritis, etika, dan tanggung jawab. Penguasaan teknologi diharapkan berjalan beriringan dengan kemampuan memverifikasi informasi, menjaga keamanan data pribadi, menghargai karya orang lain, serta menggunakan AI sebagai alat bantu untuk belajar dan berkarya.(*/fa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *