Upaya memperkuat budaya mutu pendidikan vokasi terus dilakukan melalui kegiatan Pendampingan Penjaminan Mutu Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (29/7) ini diikuti oleh 15 perwakilan SMK se-Kabupaten Trenggalek, dengan SMK Negeri 2 Trenggalek dipercaya sebagai tuan rumah pelaksana.
Kegiatan pendampingan ditujukan untuk memperkuat kapasitas satuan pendidikan dalam mengimplementasikan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan melalui pemanfaatan data pendidikan dan penyusunan perencanaan yang tepat sasaran. Peserta yang hadir merupakan wakil kepala sekolah bidang kurikulum maupun penanggung jawab manajemen mutu dari masing-masing sekolah, sehingga hasil pendampingan diharapkan dapat diimplementasikan secara langsung di satuan pendidikan.
Selama kegiatan, peserta memperoleh penguatan mengenai berbagai instrumen strategis peningkatan mutu pendidikan, meliputi Tes Kemampuan Akademik (TKA), Asesmen Nasional (AN), Tracer Study, serta Perencanaan Berbasis Data (PBD). Materi tersebut menegaskan pentingnya pemanfaatan hasil asesmen sebagai dasar penyusunan program prioritas yang mampu menjawab kebutuhan riil sekolah sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.
Dalam sesi paparan juga disampaikan agenda pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar yang dijadwalkan berlangsung pada 3–31 Agustus 2026 dengan sasaran kepala sekolah dan pendidik. Sementara itu, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional jenjang SMK direncanakan pada Oktober 2026, mencakup asesmen literasi membaca, numerasi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, survei karakter, survei lingkungan belajar, serta dua mata pelajaran pilihan sesuai minat peserta didik.
Peserta juga memperoleh penguatan mengenai pemanfaatan Rapor Pendidikan yang memuat lima dimensi utama, yaitu mutu hasil belajar peserta didik, pemerataan pendidikan bermutu, kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, mutu proses pembelajaran, serta tata kelola satuan pendidikan. Data tersebut menjadi landasan dalam penyusunan Perencanaan Berbasis Data (PBD) agar setiap program peningkatan mutu yang disusun benar-benar berorientasi pada kebutuhan sekolah.
Selain itu, kegiatan menegaskan pentingnya pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai fondasi penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Khusus pada jenjang SMK, perhatian juga diarahkan pada peningkatan literasi, numerasi, penguatan karakter peserta didik, kualitas pembelajaran, iklim sekolah yang aman dan inklusif, penyerapan lulusan di dunia kerja, serta penguatan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri.
Melalui pendampingan ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan vokasi semakin mampu membangun budaya refleksi, memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta melaksanakan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Kepercayaan sebagai tuan rumah kegiatan sekaligus menjadi wujud komitmen SMK Negeri 2 Trenggalek dalam mendukung penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan vokasi di Kabupaten Trenggalek dan Jawa Timur.(*)