Belajar Merintis Bisnis dari Omah Oblong

“Orang sukses harus berproses. Kami berjuang mengorbitkan brand kami berpeluh-peluh dan berdarah-darah. Mulai dari berjualan dengan mendorong gerobak, hingga menjadi besar seperti saat ini.”

Kurang lebih begitulah pernyataan yang diungkapkan oleh seorang Rahman Surahman saat menjamu rombongan SMKN 2 Trenggalek yang melakukan kunjungan industri (KI) ke markas Omah Oblong, Yogyakarta. Duduk sebagai Human Resource Development (HRD) perusahaan, Rahman merasakan betul bagaimana pahit getirnya merintis Omah Oblong hingga dikenal sampai ke mancanegara. “Kita dulu biasa mendorong gerobak ke Malioboro, sehari hanya laku lima lembar. Rasanya sakit,” tuturnya.

Namun, ketelatenan yang luar biasa tersebut akhirnya membuahkan hasil bertahun-tahun kemudian. “Tahun 2009, karyawan kita hanya tujuh orang. Sekarang, di tahun 2025 kita memiliki tak kurang dari 125 orang dan 75 persen di antaranya adalah lulusan SMK,” terang Rahman diiringi tepuk tangan para siswa SMKN 2 Trenggalek peserta KI.

Awal berdiri, Omah Oblong berjualan dengan memanfaatkan media gerobak dan masih berupa industri rumahan di Ngabean. Kini, industri ini telah berpindah dan memiliki pabrik sendiri di daerah Gamping. Pabriknya pun sangat besar dengan area yang sangat lengkap, mulai dari area desain, pemotongan kain dan penjahitan, sablon dan pencetakan, hingga galeri serta toko untuk memajang atau menjual beragam produk dari Omah Oblong.

Berkaitan dengan visi bisnis, Rahman menegaskan bahwa Omah Oblong berkomitmen untuk membantu meningkatkan taraf perekonomian lokal. Karenanya, aspek seni desain yang diangkat oleh Omah Oblong adalah nilai-nilai lokal khas Yogyakarta dengan target pasar utama kelas menengah ke bawah.

Cukup lama rombongan KI SMKN 2 Trenggalek berada di Omah Oblong. Setelah mengikuti paparan industri dari Rahman Surahman, siswa peserta KI beserta para guru pendamping dipersilakan untuk melihat dan berbelanja di galery room serta toko ritel milik Omah Oblong.

Rombongan SMKN 2 Trenggalek yang mengikuti kegiatan KI ini terdiri atas enam rombongan bus dengan siswa dari dua jurusan yakni Rekayasa Perangkat Lunak dan Kuliner. Mereka tiba di rumah industri Omah Oblong pada Kamis (15/5).(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *