Menginspirasi, Baju Adat Nusantara Warnai Upacara HUT RI

Upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di SMKN 2 Trenggalek, Minggu (17/8) berlangsung khidmat dan menyita perhatian. Dikatakan khidmat, memang sudah selayaknya karena ini adalah upacara sakral kemerdekaan. Adapun menyita perhatian karena upacara HUT RI kali ini berbeda dari biasanya. Para guru kompak tampil dalam balutan beragam pakaian adat nusantara.

Aneka pakaian adat yang ditampilkan para guru tentu menjadi pemandangan istimewa. Wajar, tidak biasanya. Inpirasi dress code baju adat nusantara ini pun menyita perhatian para siswa. Mereka tertarik dan terlihat menebak-nebak pakaian adat yang dipakai guru-gurunya.

Betapa tidak? Ada beragam baju adat yang dipakai guru. Sebut saja, dari tim guru Bimbingan Konseling (BK), mereka tampak semarak dan gagah dengan baju adat Minahasa. Tutup kepala yang penuh dengan hiasan bulu burung berwarna hitam ditambah untaian kalung bernuansa tulang memunculkan kesan sangar dan berwibawa.

Tak kalah dengan tim BK, tim dari guru Bahasa Indonesia pun tampil mewah dengan membawakan pakaian adat Papua. Mereka memakai tutup kepala dengan hiasan manik-manik yang disusun rapi, bulu-bulu burung berwarna putih, kalung lebar yang menutup dada dengan rumbai-rumbai bulu berwarna coklat muda, serta bawahan yang terlihat terbuat dari serabut kayu yang diurai memanjang.

Ya, para guru berbaju adat sesuai dengan kesepakatan tim MGMP-nya. Selain Minahasa dari tim BK dan Papua dari tim Bahasa Indonesia, tim dari MGMP lain juga menampilkan pakaian adat pilihannya. Tim MGPM Matematika mengenakan busana adat Lampung, tim Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memakai busana adat Jawa Timur, tim dari konsentrasi keahlian DPIB mengenakan baju khas Nusa Tenggara Barat, tim guru RPL mengenakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur, tim guru Informatika memakai baju adat Bengkulu, dan masih banyak pakaian adat yang disuguhkan dari MGMP lainnya.

Selama upacara peringatan HUT ke-80 RI, para guru membentuk barisan di bagian selatan siswa menghadap ke utara. Sedangkan para siswa berbaris menghadap barat. Siswa yang berpartisipasi dalam upacara ini adalah kelas X dan XI.

Upacara dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Sony Suhartanto SH MH. Dalam sambutan amanatnya, Sony secara khusus menyoroti fenomena perguruan silat di kalangan anak-anak muda. Ia menekankan bahwa bela diri harus diarahkan ke hal-hal yang positif. “Saya berpesan, bela diri hanya untuk dua hal, tidak yang lain. Yaitu, untuk menjaga kesehatan dan kedua, menorehkan prestasi,” tegas Sony. Ia mencontohkan, dirinya bisa masuk kepolisian karena memiliki prestasi di bidang Taekwondo.

Usai upacara HUT RI, acara peringatan kemerdekaan masih dilanjutkan dengan lomba fashion show baju adat dan make up. Dari tiap MPGMP, baik kejuruan maupun adaptif-normatif, mengirimkan dua wakilnya. Lomba berlangsung meriah hingga menjelang dzuhur. Sebagai pemenang, Juara I Fashion Show Baju Nusantara disabet oleh Bu Lila dari MGMP Seni Budaya dengan baju adat Jambi dan Juara I Make Up juga diraih oleh tim Seni Budaya dengan wakilnya Bu Heni.(*/fa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *