Prospek ke Luar Negeri, Wali Murid Diminta Belajar Mengikhlaskan

Untuk kesekian kalinya, Rabu (19/3), SMKN 2 Trenggalek kembali mengkoordinasikan wali murid guna memantapkan tindak lanjut prospek kerja di industri Jepang dan Korea. Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMKN 2 Trenggalek, Drs Masrur Hanafi MM menekankan kepada wali murid untuk belajar mengikhlaskan.

“Saya sudah bertanya langsung ke putra-putri njenengan, Bapak Ibu. Njenengan tidak perlu mengelak. Siswa yang ingin ke Jepang ternyata banyak. Apalagi tagline-nya sekarang kabur dulu,” ujar Hanafi di hadapan wali murid.

Hari ini, sambungnya, sebagai tindak lanjut, wali murid dari calon alumni seyogyanya belajar untuk mengikhlaskan. “Tidak usah memikirkan acara perpisahan. Tugas njenengan tinggal memikirkan bagaimana belajar mengikhlaskan,” tegas Hanafi.

Heri Yulianto SE MAP, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek yang hadir dalam acara tersebut turut memberikan dorongan kepada segenap wali murid agar segera memanfaatkan peluang kerja tersebut dengan sebaik-baiknya. “Bila anak sudah lulus, belum mendapatkan kerja, masih mencari dan menganggur, yang paling pusing siapa ? ya kepala sekolah dan kepala dinas tenaga kerjanya Bapak Ibu,” tutur Heri.

Menurutnya, tolak ukur keberhasilan dari suksesnya pendidikan vokasi adalah seberapa banyak lulusan yang bisa dihantarkan untuk mendapatkan kerja. Semakin banyak usia angkatan kerja yang mendapatkan kerja layak, pengangguran semakin berkurang. Dari sinilah dikatakan pendidikan vokasi memberikan hasil. “Karena kalau kita bicara SMK maka orientasi utamanya adalah kerja,” tegas Heri.

Selain membahas tindak lanjut kerja ke luar negeri, dalam acara tersebut juga dilakukan pembagian sertifikat kelulusan pendidikan bahasa asing bagi siswa yang bersiap ke luar negeri. Beberapa wali siswa yang dipanggil tercatat diantaranya berasal dari kompetensi keahlian Teknik Pengelasan (TP), Teknik Pemanasan, Tata Udara dan Pendinginan (TPTUP), dan Kuliner.(*)

2 thoughts on “Prospek ke Luar Negeri, Wali Murid Diminta Belajar Mengikhlaskan”

    1. Terima kasih atas komentar yang diberikan. Mengingat SMK dalam penyaluran tenaga kerja muda harus berkoordinasi dan bekerja sama dengan departemen tenaga kerja, LPK, dan perusahaan resmi penyalur tenaga kerja muda maka tentu ada batasan usia maksimal. Usia maksimum ini disesuaikan dengan kebutuhan dari industri.

Leave a Reply to IT Telkom Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *