Trenggalek, 24 Juni 2025 – SMKN 2 Trenggalek kembali menjadi pusat perhatian dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja daerah. Kali ini, sekolah menerima kunjungan dari Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek dalam rangka monitoring kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelatihan yang diberikan berjalan sesuai standar serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja para peserta. Komisi IV DPRD yang membidangi ketenagakerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat sangat antusias dalam mendukung program PBK ini sebagai langkah strategis menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Trenggalek.
Rombongan Komisi IV diterima langsung oleh Kepala SMKN 2 Trenggalek, Drs. Masrur Hanafi, beserta jajaran manajemen sekolah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan legislatif terhadap dunia pendidikan vokasi.
“Kami merasa bangga dipercaya sebagai tempat pelatihan berbasis kompetensi. Ini menjadi bukti bahwa SMKN 2 Trenggalek siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai,” ujar beliau.
PBK yang dilaksanakan melibatkan Kejuruan Teknik Pegelasan, dan diikuti oleh peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Program ini dirancang tidak hanya untuk lulusan sekolah, tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin meningkatkan keterampilan kerja secara praktis dan profesional.
Kunjungan diakhiri dengan peninjauan langsung ke ruang-ruang pelatihan, dialog interaktif dengan peserta, serta diskusi bersama instruktur dan pengelola pelatihan. Komisi IV DPRD menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program pelatihan seperti ini agar dapat diperluas dan diperbanyak ke depannya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan PBK dapat menjadi solusi nyata dalam membekali masyarakat Trenggalek dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, serta mendukung percepatan pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal.