Mengasah PjBL di Workshop RTL Upskilling-Reskilling

Selama dua hari, dimulai Kamis (28/11), perwakilan guru-guru produktif dari tujuh konsentrasi keahlian di lingkungan SMKN 2 Trenggalek diajak mendalami tentang Project Based Learning (PjBL). Didampingi oleh Dr Miftahu Soleh MSc, widyaiswara senior Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE), kegiatan ini dikemas dalam acara bertajuk Workshop Rencana Tindak Lanjut (RTL) Upskilling Reskilling Program SMK PK Skema Reguler Lanjutan Tahun 2024.

Sesuai dengan tajuk kegiatan, workshop dua hari tersebut dperuntukkan bagi guru-guru produktif kejuruan yang telah mengikuti upskilling-reskilling di BBPPMPV BOE. Harapannya, apa yang telah didapatkan saat kegiatan upskilling-reskilling dapat memberikan imbasan positif di lingkungan satuan pendidikan dan menghasilkan produk modul ajar yang dikembangkan sesuai dengan kondisi tiap konsentrasi keahlian.

Dalam kesempatan tersebut, Soleh menegaskan kepada para guru yang hadir, update dalam pembelajaran secara konsisten harus terus dilakukan mengingat kondisi teknologi yang berubah secara cepat.”Di level kelas, bukan sekedar keahlian tertentu saja, bisa lebih karena kondisi disrupsi digital mengakibatkan banyaknya bidang pencaharian yang hilang,” ujarnya.

Mengapa di SMK perlu dipopulerkan PjBL ? Soleh menjabarkan melalui presentasinya, PjBL erat kaitannya dengan peningkatan mutu lulusan SMK yang sesuai dengan tuntutan kondisi saat ini. Kemampuan yang penting dimiliki oleh lulusan saat ini adalah kemampuan pemecahan masalah, penalaran dan keterampilan sosial. “Kompeten itu berarti memiliki hardskill, softskill dan berkarakter,” tegasnya.

Selama workshop tersebut, Soleh mengajak para guru produktif untuk mengembangkan modul ajar sesuai dengan update keahlian yang diperoleh selama pelatihan upskilling-reskilling. Pengembangan modul ajar disesuaikan dengan capaian pembelajaran di tiap konsentrasi keahlian. Modul ajar yang dibuat difokuskan pada materi yang bisa menghasilkan produk nyata dan bisa diimplementasikan untuk memecahkan permasalahan yang sering dijumpai di lingkungan peserta didik.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *