Keterserapan alumni vokasi di industri menunjukkan suksesnya proses pendidikan. Apalagi, saat ini, banyak kebutuhan tenaga kerja muda di luar negeri utamanya Jepang dan Korea Selatan. Perlu strategi agar alumni vokasi meraih peluang ini. Salah satunya, kolaborasi antara dinas terkait, lembaga pelatihan, lembaga penempatan kerja, dan pihak perbankan.
Tidak sekedar lebih menjamin keterserapan tenaga kerja muda ke luar negeri, kolaborasi baik tersebut juga menghindarkan para pencari kerja dari agen penyalur kerja yang tidak bertanggung jawab. Dengan kata lain, mulai dari proses pelatihan hingga penempatan, semuanya dilakukan secara prosedural dan diawasi oleh negara sehingga keamanan pun terjamin.
Tidak dipungkiri, tren kerja ke luar negeri sedang naik daun di kalangan pekerja muda, tak terkecuali bagi alumni SMK di wilayah Trenggalek dan Tulungagung. Peluang besar memang ada. Fakta kondisi Jepang yang mengalami penurunan drastis angka kelahiran dan jumlah angkatan kerja muda yang semakin berkurang menuntut Jepang untuk mendatangkan pekerja dari luar negeri. Korea Selatan pun, meskipun kondisinya tidak seperti Jepang, area industri manufakturnya membutuhkan banyak pekerja terampil dari luar negeri.
Hingga saat ini, setidaknya ada 70 ribu tenaga kerja Indonesia yang mengais rizki di Negeri Sakura dan Negeri Ginseng. Padahal kebutuhannya jauh lebih dari itu, yakni 800 ribu hingga satu juta tenaga kerja. Kesempatan yang patut untuk diperjuangkan. Selain itu, Upah Minimum Regional (UMR) di sana yang mencapai 23 juta per bulan bisa menjadi iming-iming manis agar para alumni vokasi lebih bersemangat untuk mengejarnya.
Melalui Sosialisasi Kerja Luar Negeri di hadapan para wali murid, Rabu (22/1), SMKN 2 Trenggalek menggandeng berbagai pihak yang dimaksud di atas guna memberikan wawasan dan motivasi agar para wali turut mendorong segenap siswa meraih peluang kerja tersebut. Pihak-pihak yang dihadirkan antara lain Dinas dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Solusi Terampil Global, PT Intersolusi Indonesia selaku Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dan PT BPR Jwalita Kabupaten Trenggalek.
Kolaborasi aktif dari dinas, lembaga dan industri tersebut kedepannya diharapkan menjadi solusi terbaik bagi alumni dalam meniti karir kerja ke luar negeri. Bahkan, bagi mereka yang membutuhkan bantuan dana atau modal dalam prosesnya, Bank Jwalita Trenggalek berkomitmen siap membantu dengan memberikan dana talangan.
Kepala SMKN 2 Trenggalek, Drs Masrur Hanafi MM, menegaskan dengan sungguh-sungguh kepada segenap wali murid, alumni SMK harus mampu bekerja. Apabila para siswa memiliki keahlian mumpuni dan soft skill bagus maka sangat patutlah untuk berangkat kerja ke luar negeri. “Jika anak punya keahlian bagus, soft skill bagus ya harus budal. Jadi, njenengan juga harus sering datang ke sekolah agar terbuka wawasannya,” tutur Hanafi.(*/fa)