“Harusnya tidak ada pengangguran kalau punya skill yang pas,” demikian pernyataan yang ditegaskan oleh Amar Alpabet di hadapan ratusan guru SMK jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Kamis (21/11).
Untuk mencapai kemampuan yang berkesesuaian perlu adanya satu faktor kuat dalam diri seorang talent teknologi. “Mindset-nya seperti apa ?” ujar Amar dalam paparannya. Karena berangkat dari mindset, seorang talent akan menyadari nilai potensi akan kemampuannya pada kebutuhan pasar yang ada.
“Salah satunya yang penting adalah mindset global,” ungkap Amar. Menurut pendiri start up Image Studio ini, relevansi dari mindset ini bahkan sangat berpengaruh pada level negara. “Apabila kita tidak memahami konteks global maka akan sulit meningkatkan level competitiveness pada negara kita,” tegasnya.
Penjelasan Amar di atas merupakan bagian dari topik sharing dalam acara Workshop & FGD berjudul Bridging The Gap yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Bidang Pembinaan Pendidikan SMK. Kegiatan ini mempertemukan antara para pendidik SMK bidang RPL dengan para praktisi industri dan akademisi pendidikan Tinggi.
Dalam kesempatan istimewa ini, SMKN 2 Trenggalek mengirimkan dua orang wakilnya, yakni Erwin Subagio SPdT MPd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana dan Labib Fayumi SKom, Guru Jurusan RPL. Kegiatan workshop ini mengangkat tema Menyiapkan Talenta Digital untuk Menghadapi Tantangan Global dan berlangsung hingga Jumat (22/11).
Bertempat di Harris Hotel and Conventions Malang, selain menghadirkan inisiator Image Studio, acara workshop juga mendatangkan Yan W Syaifudin PhD, Dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) sebagai salah satu narasumbernya.(*)