Workshop Gembira : dari Diskusi, Sharing AI hingga Menyanyi

Trenggalek, 1 Oktober 2024 – Seru, itulah gambaran suasana di Ruang Rapat SMKN 2 Trenggalek saat para guru dengan riang menyanyi dan berjoget ceria. Usai sehari sebelumnya berjibaku serius dengan materi dan dokumen ajar, dilanjutkan hari ini dengan diskusi hasil kerja, para guru peserta pelatihan diberikan kesempatan untuk menikmati sesi refreshing setelahnya. Mereka telah mengikuti Workshop Pembelajaran Guru di Sekolah hampir selama dua hari, dimulai Senin kemarin (30/9).

Workshop pembelajaran ini merupakan salah satu program dari SMK Pusat Keunggulan (PK) skema reguler lanjutan tahun 2024. Tampak pada sesi refreshing tersebut A’ang Rahadyan Witarsa ST MPd, pembicara dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, turut menyumbangkan sedikitnya dua tembang jawa yang dinyanyikan bersama bapak dan ibu guru.

Tak hanya itu, beberapa peserta pun tak kalah ikut bergantian untuk menyumbangkan suara emasnya. Ada empat atau lima guru yang ikut menyumbang lagu, bahkan diantaranya menyanyikan lebih dari satu lagu. Suasana makin meriah kala seorang guru Seni Budaya bernama Heni Setyowati SSn memimpin para peserta untuk menari mengiringi sebuah lagu. Tak ayal, suara kompak para peserta menyanyi bersama dan diiringi gerak tari mereka semakin menambah pecah keseruan sesi refreshing tersebut.

Pada sesi sebelumnya, selain melihat dan berdiskusi tentang hasil pekerjaan peserta, A’ang juga mengajak para guru berbagi pengalaman bagaimana menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI)ย dalam pembelajaran. Ia menunjukkan betapa mudahnya membuat lembar kerja siswa, membuat alur atau prosedur kerja, draft desain bangunan, dan materi pembelajaran.

Paradigma teknologi yang sedemikian rupa, diakui oleh A’ang membawa pengaruh signifikan dalam dunia pendidikan. “Dari segi sumber knowledge atau sisi kognitif, baik guru dan siswa bisa sama-sama tahu. Material apa pun bisa didapatkan dengan mudah,” tuturnya saat diskusi terbatas bersama beberapa guru produktif. Dengan demikian, imbuh A’ang, menjadi tugas yang urgent bagi guru untuk menguatkan aspek afektif. “Itulah Profil Pelajar Pancasila. Termasuk di sisi ini, penanaman budaya kerja,” ujarnya.

“Berarti tes tertulis itu sebenarnya bisa tidak lagi relevan untuk para siswa,” salah seorang guru memberikan pendapatnya. A’ang pun langsung mengiyakan. “Betul. Fokusnya, kuatkan sisi project dan produknya,” tegas alumni Nahnyang Polytechnic, Singapura ini.

Workshop Pembelajaran Guru di Sekolah pada hari kedua ini berlangsung setengah hari. Setelah para guru bersama menikmati sesi refreshing, acara selanjutnya dilanjutkan dengan penutupan. Turut serta dalam sesi penutupan tersebut Kepala SMKN 2 Trenggalek, Drs Masrur Hanafi MM dan juga Pengawas Pembina SMKN 2 Trenggalek, Suparman SPd.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *