“Prabu Dasamuka adalah raja raksasa penguasa Kerajaan Alengka,” suara pembawa narasi cerita menggema diantara alunan musik kolosal. Di lapangan, seorang siswa berkostum maskot Dasamuka melangkah anggun sembari beratraksi. “Ia lahir dengan kepribadian setengah brahmana dan setengah raksasa,” narasi berlanjut dengan iringan dari gaya pelakon yang setengah bertelanjang dada.
Satu kata, mempesona. Tak pelak, para siswa yang menyaksikan, baik yang di dekat lapangan di lantai satu dan siswa yang menonton di lantai dua, mereka pun bersorak meriah. Dasamuka tidak sendiri. Ia beraksi bersama enam punakawan prajurit yang menari.
Penampilan apik tersebut merupakan salah satu dari sekian penampilan di acara Gelar Karya di SMKN 2 Trenggalek yang bertajuk Svarga Pawawastra 5, Rabu (11/12). Tak kurang dari 20 aksi treatikal maskot turut memeriahkan acara ini. Masing-masing maskot mewakili dari tiap kelas XI. Tampilan maskot Dasamuka di atas adalah karya dari kelas XI DPIB A.
Tampilan maskot dari kelas lain pun tidak kalah menarik. Sebut saja tampilan maskot dari kelas XI TPTU A yang didominasi warna hitam, termasuk dengan penarinya. Maskotnya memiliki bentuk unsur candi, sesuai dengan tema maskotnya yakni Candi Penataran. Ada juga maskot dari XI KULINER A dengan seluruh peraga putrinya yang berselendang hijau dan berkemben batik. Mereka membawakan tema maskot Nyai Roro Kidul, Penguasa Laut Selatan.
Semuanya berusaha tampil maksimal. Maklum, selain dikompetisikan antar kelas, tampilan maskot yang terpilih dari pagelaran ini akan turut dipamerkan pada pameran budaya di Alun-Alun Trenggalek pada 28 Desember mendatang.
Svarga Pawawastra 5, sebagai ajang unjuk karya siswa, tidak hanya menyajikan treatikal maskot budaya. Untuk kelas X, mereka turut meramaikan dengan penampilan fashion show batik dan juga dikompetisikan.(*)