Trenggalek, 26 September 2024 – Kecakapan literasi merupakan keterampilan yang sudah sepatutnya dimiliki oleh siswa. Karenanya, untuk menguatkan aspek tersebut, SMKN 2 Trenggalek menggelar Pelatihan Jurnalistik dengan mengundang awak media dari Radar Trenggalek, Jawa Pos Group, Kamis (26/9). Bertempat di ruang Aula Barat, pelatihan ini diikuti oleh anggota OSIS, MPK, dan ekstrakurikuler Sinematografi.
“Apakah kalian sering mengikuti berita ? entah dari koran, web, atau sosial media. Berita apa yang kalian ikuti?”, itulah pertanyaan yang dilontarkan oleh Whendy Gigih Perkasa, jurnalis Radar, kepada para peserta saat membuka materinya yang bertajuk Asyik Belajar Jurnalistik. Sesekali Whendy juga menghampiri beberapa peserta untuk meminta jawaban. Beraneka ragam jawaban yang diberikan, ada yang menjawab peristiwa, politik, olah raga, dan lainnya.
Tak hanya itu, Whendy kemudian menggiring para peserta pada pertanyaan selanjutnya, “Kalian mengatakan sudah sering mengikuti berita. Lalu, apa itu berita ?”. Sebagaimana sebelumnya, Whendy kembali berkeliling mendekati peserta. Tak ayal, para peserta pun terlihat berusaha untuk mempersiapkan jawaban terbaiknya. Meski masih awam, mereka terbukti dapat memberikan jawaban yang sesuai dengan tema. “Berita adalah informasi yang diolah dan dihasilkan dari proses liputan,” ujar salah satu peserta yang mengaku bernama Nina. Whendy pun tampak sumringah. “Jawaban yang kalian berikan begini,” ungkapnya sambil memberikan tanda jempol kepada peserta.

Begitulah, pelatihan jurnalistik itu pun berlangsung dengan komunikatif dan interaktif. Para peserta tanpa terasa terbawa untuk aktif dan antusias dalam mengikutinya. Ada empat sesi dalam pelatihan jurnalistik tersebut, yakni sesi tema Jurnalistik, sesi Foto Jurnalistik, sesi Content Creator, dan terakhit sesi Praktik Jurnalistik.
Kepala SMKN 2 Trenggalek, Drs Masrur Hanafi, MM, menegaskan bahwa keterampilan menulis dalam jurnalistik merupakan kemampuan yang penting bagi siswa SMK. “Ini penting buat kalian di SMK, khususnya yang aktif di OSIS atau yang lainnya. Bagaimana menyusun dan merunut kata dengan baik, bagaimana menggiring opini. Kemampuan ini harus diimprovisasi oleh otak kanan kalian,” tutur Hanafi.
Hanafi menyatakan, fakta di lapangan menunjukkan banyak orang yang memiliki kemampuan public speaking bagus namun dalam hal literasi menulis justru kurang. Oleh karena itu, Hanafi meminta agar para peserta memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya untuk mengembangkan diri. “Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, untuk masa depan kalian sendiri, dan untuk masa depan SMKN 2 Trenggalek yang lebih baik,” ujarnya.
Untuk diketahui, keterampilan Literasi dan Numerasi adalah poin penting dalam proses pendidikan. Selain itu, dua aspek ini masuk dalam Asesmen Nasional Berbasis Komputer yang diujikan tiap tahun. Berhubungan dengan hal tersebut, Nuratim Indah Arsiwi SPd, guru pengampu Bahasa Indonesia yang juga panitia dalam pelatihan jurnalistik ini berharap kegiatan ini dapat meningkatkan skill literasi siswa. “Semoga para siswa literasinya meningkat. Kegemaran membaca, menulis, menyimak, dan menyimpulkan makin bagus. Intinya, motivasi mereka dalam berliterasi makin meningkat,” tuturnya.(*)