Peringatan Maulid Nabi, Bermuhasabah untuk Meneladani

Trenggalek, 18 September 2024Menandai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, SMKN 2 Trenggalek menggelar pengajian. Mengundang KH Zahro Wardi, Ketua Komisi MUI Kabupaten Trenggalek, kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X dan XI, guru, serta tenaga kependidikan di lingkungan SMKN 2 Trenggalek.

Kepala SMKN 2 Trenggalek, Drs Masrur Hanafi MM, dalam sambutannya ketika mengawali acara ini, mengucapkan selamat datang kepada KH Zahro Wardi di SMKN 2 Trenggalek. “Sugeng rawuh di SMKN 2 Trenggalek untuk yang kesekian kalinya, guna memberikan ular-ular, nasihat, dan petuah yang bermanfaat kepada kami,” tutur Hanafi disambut senyum hormat Gus Zahro, sapaan akrab KH Zahro Wardi.

Tak lupa, Hanafi juga berpesan kepada segenap siswa yang hadir untuk selalu belajar meneladani sosok Baginda Nabi. Baik dari segi karakter, tingkah laku, dan sikap. “Tolong, diimplementasikan secara riil dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hanafi.

Gus Zahro dalam mau’idzoh-nya menjabarkan bahwa sosok Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang istimewa. “Beliau manusia, tapi bukan tidak sekedar manusia. Basyarun laa kalbasyari,” terangnya.

“Allah SWT mengutus nabi jumlahnya adalah 124000. Di dalam jumlah tersebut, rasul ada 313. Rasul otomatis juga menjadi nabi. Dari 313 ini, jumlah yang wajib diketahui adalah 25. Dan Nabi Muhammad SAW merupakan nabi akhir zaman sekaligus sayyidul mursalin, penghulu dari para utusan,” papar Gus Zahro yang juga alumni Pondok Lirboyo ini.

Tidak hanya sekedar sayyidul mursalin, sambungnya, Nabi Muhammad SAW juga sayyidul anam, penghulu dari seluruh manusia sepanjang zaman, serta sayyidul kholqi, penghulu dari seluruh makhluk.

Lebih lanjut, Gus Zahro kemudian menerangkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dari sudut pandang fiqh kebangsaan. Dia menegaskan, sosok Nabi adalah pribadi yang cinta tanah air, sangat berbelas kasih, dan seorang pemimpin yang mengayomi. Hal ini ditunjukkan bagaimana ketika Nabi Muhammad SAW menyatukan puluhan suku di Madinah di bawah inisiasi undang-undang Piagam Madinah yang terdiri dari 41 pasal.

“Karena itu, bercermin pada keteladanan Nabi, marilah kita jaga Pancasila. NKRI juga kita jaga betul, Bhineka Tunggal Ika juga kita jaga, karena semua yang kita miliki tersebut telah sesuai dengan syariat yang dibawa Nabi,” pungkas Gus Zahro.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *